Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Tulungagung menggelar kegiatan penguatan nilai-nilai kebangsaan untuk membangun generasi muda yang berkarakter dan berwawasan kebangsaan di kabupaten tulungagung tahun 2026.
Tulungagung-tajampena.id, Kegiatan tersebut diikuti ratusan peserta dari generasi muda terdiri mahasiswa dan para pemuda denganmenghadirkan narasumber Danramil 0807/03 kedungwaru Tulungaguung, Kpt. inf. Edi Mulyono dan Dosen Universitas Bhinneka Tulungagung, bapak bhinneka PGRI, Andreas Andrie Djatmiko, SH., M.Hum.
Acara kegiatan penguatan nilai-nilai kebangsaan 2026 ini berlangsung di ruang auditorium UNBHIK Tulungagung dan dibuka oleh Kepala Bakesbangpol, Agus Prijanto Utomo, SE., Kamis (12/3/2026).
Dalam kegiatan wawasan kebangsaan ini, Bakesbangpol Tulungagung menekankan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan.
Terlebih di era globalisasi dengan kemajuan teknologi informasi seperti sekarang ini. Maka dari itu, generasi muda harus dibekali agar memiliki fondasi yang sangat kuat dengan pemahaman nilai nilai Pancasila, Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika, serta komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan tujuan agar mereka memiliki karakter kebangsaan yang kuat, cinta tanah air, serta mampu menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Kepala Bakesbangpol, Agus Prijanto Utomo, menyampaikan, melalui kegiatan ini pihaknya bersama juga ingin menegaskan bahwa nilai-nilai kebangsaan bukan hanya sekadar konsep yang dipahami secara teoritis, tetapi harus diwujudkan dalam sikap dan perilaku sehari-hari, seperti menghargai perbedaan, menjaga persatuan, menjunjung tinggi toleransi, serta aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah dan bangsa.
Menurutnya, di Kabupaten Tulungagung memiliki generasi muda yang sangat potensial. Untuk itu, pihaknya berharap para generasi muda dapat memahami peningnya menjaga persatuan.
“Oleh karena itu, melalui kegiatan ini kami berharap generasi muda dapat semakin memahami pentingnya menjaga persatuan, memperkuat semangat kebangsaan, serta memiliki kesadaran untuk berperan aktif dalam menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat,” tegasnya.
Penguatan nilai-nilai kebangsaan, Lanjutnya Menambahkan, tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja. Namun juga diperlukan sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat.

Diungkapkan, bahwa semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk membimbing, mendampingi, dan memberikan ruang bagi generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, berintegritas, serta memiliki kecintaan yang kuat terhadap bangsa dan negara.
“Saya berharap melalui kegiatan ini lahir generasi muda Kabupaten Tulungagung yang tidak hanya cerdas dan kreatif, juga memiliki semangat nasionalisme yang tinggi, menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat,” ungkapnya.
“Sehingga bersama-sama kita dapat mewujudkan masyarakat Tulungagung yang sejahtera, maju, dan berakhlak mulia sepanjang masa,” tandasnya






