Tulungagung, tajampena.id – Puluhan mahasiswa dari Universitas Islam Negeri Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung menggelar aksi demonstrasi dengan menyegel ruang aspirasi Gedung DPRD Tulungagung, Rabu (22/04/2026).
Aksi yang digagas oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum (DEMA FASIH) tersebut merupakan bentuk kekecewaan mahasiswa terhadap sikap anggota DPRD Tulungagung yang dinilai tidak responsif terhadap aspirasi publik.
Sekitar pukul 14.00 WIB, massa mahasiswa mendatangi kantor DPRD Tulungagung untuk melakukan audiensi yang sebelumnya telah dijadwalkan. Namun, setibanya di lokasi, mahasiswa mendapati bahwa seluruh anggota dewan sedang melakukan perjalanan dinas ke luar kota.
Kondisi tersebut sempat memicu adu argumen antara mahasiswa dan pihak sekretariat DPRD. Merasa aspirasi mereka diabaikan, mahasiswa akhirnya memutuskan untuk menyegel ruang aspirasi sebagai bentuk protes.
Ketua DEMA FASIH UIN SATU Tulungagung, Aji Dwi Laksono, menyampaikan bahwa aksi ini merupakan bentuk kekecewaan mendalam terhadap kinerja wakil rakyat.
“Ini bentuk kekecewaan kami kepada anggota DPRD Tulungagung. Seharusnya mereka hadir untuk mendengarkan aspirasi masyarakat,” ujarnya.
Menurut Aji, pihaknya telah mengirimkan surat permohonan audiensi sejak Jumat (17/04/2026). Audiensi tersebut bertujuan untuk mempertanyakan peran DPRD dalam menjalankan fungsi pengawasan, khususnya pasca terjadinya operasi tangkap tangan (OTT) yang melibatkan Bupati Tulungagung.
“Kami ingin meminta kejelasan fungsi DPRD sebagai lembaga pengawas. Kenapa di Tulungagung bisa terjadi OTT dua kali. Ini perlu dijelaskan kepada publik,” tegasnya.
Aji juga menyayangkan pembatalan audiensi yang baru diinformasikan pada hari pelaksanaan.
“Baru tadi pagi kami diberi tahu bahwa semua anggota DPRD sedang dinas luar kota. Seharusnya ada perwakilan yang tetap menerima kami,” tambahnya.
Mahasiswa menegaskan akan tetap menyegel ruang aspirasi DPRD Tulungagung hingga ada klarifikasi resmi dari pihak dewan.
“Kami akan membuka segel jika DPRD memberikan penjelasan dan bersedia menemui kami,” tandasnya.
Sementara itu, Kasubag TU DPRD Tulungagung, Sunu Wijayanto, menjelaskan bahwa pihaknya tidak menolak audiensi, melainkan hanya menjadwal ulang kegiatan tersebut.
“Bukan menolak, hanya dijadwalkan ulang karena seluruh anggota DPRD sedang melaksanakan perjalanan dinas ke Malang untuk membahas naskah akademik,” jelasnya.(ndra/red)
Ia menambahkan, pihak DPRD akan kembali mengundang mahasiswa setelah mendapatkan arahan dari pimpinan.
“Kami akan mengundang kembali mahasiswa setelah ada kepastian jadwal dari pimpinan,” pungkasnya.







