Tulungagung-tajampena.co.id, Ratusan massa kembali menggeruduk kantor DPRD Tulungagung pada Selasa pagi, 9/6. Mereka meneriakkan nama ketua DPRD Tulungagung Marsono. Dalam orasinya, massa terus memanggil Ketua DPRD Tulungagung dari PDIP. “Marsono.!! Keluar kamu, bagaimana pengawasanmu kok Tulungagung sampai 3 kali kena KPK..!!”, teriak Suwandi salah satu orator demo. Dengan berbaju hitam dan berdiri di atas truk pengeras suara, Suwandi berkali-kali menantang Marsono untuk keluar dari kantornya dan menemui massa. “Keluar para tikus-tikus kantor, temui kami, kalau tidak kami akan dobrak”, teriaknya menggelegar. Dalam orasinya, Suwandi meminta pertanggungjawaban Marsono selaku ketua dewan, atas lemahnya pengawasan legislatif. Ia menuding, OTT KPK terjadi salah satunya karena lemahnya pengawasan DPRD. Sementara Sugeng Sutrisno salah satu orator aksi mengatakan, ada 10 poin tuntutan aksi. Salah satunya adalah mendesak KPK untuk mengusut tuntas kasus korupsi di Tulungagung. Pihaknya berharap, KPK segera menuntaskan seluruh kasus korupsi pasca OTT KPK. “Jangan sampai kasus berhenti ditengah jalan. Masyarakat berhak mengetahui perkembangan kasusnya dan siapa yang harus bertanggung jawab”, tegasnya. Aksi demo diakhiri setelah Plt. Bupati Tulungagung dan Ketua DPRD Marsono menemui massa dan menerima surat tuntutan aksi.(red)






