Teknisi AC Mengalami Kecelakaan Kerja Saat Perbaikan di Masjid Al Fattah Tulungagung

Ilustrasi kecelakaan kerja di Masjid Al Fattah Tulungagung

Tulungagung-tajampena.co.id- – Seorang teknisi AC bernama Suyadi mengalami kecelakaan kerja saat melakukan perbaikan pendingin ruangan di salah satu tempat ibadah yang dikenal sebagai salah satu ikon di Kabupaten Tulungagung pada April 2026 lalu.
Berdasarkan keterangan yang disampaikan Suyadi, peristiwa terjadi ketika dirinya bersama seorang rekan sedang melakukan cek kebocoran dengan menggunakan tekanan gas luar sekitar 500 psi pada unit AC yang berada di kamar ustadz. Saat proses perbaikan masih berlangsung, tangga masih berada di bawah unit indor AC dan penutup AC masih dalam kondisi terbuka. Namun, unit AC disebut tiba-tiba dinyalakan hingga terjadi ledakan yang dipicu oleh tekanan yang sangat tinggi.
Akibat kejadian tersebut, dua teknisi mengalami luka. Suyadi mengalami patah tulang pada lengan kiri serta robek gendang telinga yang menyebabkan penurunan kemampuan pendengarannya. Rekannya juga mengalami luka bakar sedang dan gendang teling robek.
Selain itu kerugian materil yang dialaminya cukup banyak meliputi tangga teleskopik, pipa ac 6 M, freon, manometer(manipol), regulator nitrogen, yang di perkirakan kurang lebih 5 juta.
Di sisi lain, dalam peristiwa tersebut pihak keamanan masjid disebut sempat mendapat tudingan tidak memberikan informasi bahwa unit AC sedang diperbaiki. Sedangkan Teknisi sempat menunggu kunci yang dibawa pemakai ruangan tersebut. menurut keterangan dari pihak keamanan, sebelum teknisi memasuki ruangan, keamanan mengaku telah mengonfirmasi kondisi tersebut kepada pihak yang menempati ruangan tersebut.
Akibat kecelakaan tersebut, Suyadi mengaku mengalami dampak jangka panjang berupa gangguan pendengaran dan keterbatasan fisik setelah menjalani operasi tulang. Kondisi tersebut, menurutnya, membuat dirinya belum dapat kembali bekerja seperti sebelumnya. Suyadi mengaku telah mendapatkan penanganan medis yang difasilitasi oleh salah satu jamaah masjid. Meski demikian, ia menyatakan masih menyayangkan sikap pengguna AC karena menurut pengakuannya pihak yang diduga menyalakan AC saat proses perbaikan, sampai saat ini belum menemui secara langsung atau sekedar menanyakan kondisi kepada korban.(ndra)

Baca Juga:  SISA ANGGARAN TINGGI. PKTP: BUKTI TATA KELOLA KEUANGAN AMBURADUL