TULUNGAGUNG – tajampena, Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Jawa Timur, Guntur Wahono, S.E., menegaskan pentingnya pemanfaatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Jawa Timur agar benar-benar dirasakan masyarakat. Hal itu disampaikan saat dirinya mendampingi kunjungan kerja Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Kabupaten Tulungagung, Selasa (26/8/2025) sore.
Dalam agenda tersebut, Khofifah menyalurkan berbagai bentuk bantuan, mulai dari alat pertanian hingga dukungan sosial untuk kaum difabel. Menurut Guntur, langkah nyata ini menjadi bukti komitmen pemerintah provinsi dalam memastikan pembangunan menyentuh masyarakat secara langsung.
“Hari ini Ibu Gubernur melakukan kunjungan di Blitar, lalu ke Tulungagung, dan selanjutnya ke Kediri. Beliau turun langsung memberikan bantuan kepada masyarakat yang memang berhak melalui APBD Provinsi Jatim. Termasuk tadi bantuan alat pertanian yang sangat dibutuhkan untuk menunjang ketahanan pangan,” kata Guntur.
Perhatian pada Difabel
Selain sektor pertanian, Guntur menyoroti pemberian bantuan kepada kaum difabel. Ia menekankan bahwa pemerintah memiliki kewajiban penuh untuk memastikan kelompok rentan mendapat perhatian, bukan sekadar seremonial belaka.
“Adik-adik difabel ini harus disupport. Siapa lagi yang memperhatikan kalau bukan pemerintah? Itu sudah diatur dalam undang-undang, sehingga tidak boleh diabaikan,” ujarnya.
“Harapannya nanti bukan hanya pemerintah provinsi, tetapi juga Pemkab Tulungagung bisa terus memberikan perhatian secara berkelanjutan,” tegasnya.
Komitmen DPRD Jatim
Sebagai anggota Komisi C DPRD Jatim yang membidangi keuangan dan aset daerah, Guntur menyatakan pihaknya terus mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, penguatan PAD sangat penting agar kesejahteraan masyarakat semakin meningkat.
“Tugas kami adalah bagaimana PAD bisa dipertahankan sekaligus ditingkatkan. Tidak lain dan tidak bukan, tujuannya untuk mensejahterakan rakyat Jawa Timur,” jelasnya.
Pesan untuk Masyarakat Tulungagung
Menutup keterangannya, Guntur Wahono merupakan legislator dapil VII (Kabupaten Tulungagung, Trenggalek, dan Blitar) itu mengajak masyarakat untuk disiplin dalam membayar pajak. Ia menegaskan, pajak adalah fondasi pembangunan yang hasilnya akan kembali ke rakyat dalam bentuk program-program pemerintah.
“Mari kita laksanakan tugas masing-masing dengan baik. Dan yang terpenting, mari kita tertib membayar pajak. Karena dengan pajaklah daerah kita bisa terbangun dan pemerintah mampu menghadirkan program yang anggarannya sejatinya berasal dari masyarakat sendiri,” terangnya.
Dengan semangat turun langsung ke masyarakat, lebih lanjut, Guntur Wahono menegaskan bahwa peran legislator bukan sekadar mengawal kebijakan di atas meja, melainkan memastikan setiap rupiah APBD Provinsi Jawa Timur benar-benar kembali untuk rakyat.
“Sebagai wakil rakyat dari Dapil VII, Guntur ingin meninggalkan jejak bahwa kehadiran seorang dewan harus terasa nyata, berpihak pada petani, mendukung difabel, dan menegakkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Di tengah dinamika politik dan tantangan ekonomi, Guntur tampil sebagai legislator yang berdiri di garda depan, mengawal APBD agar tepat sasaran. Sebab, bagi Guntur, kesejahteraan masyarakat Jawa Timur bukan sekadar janji, melainkan amanah yang wajib diwujudkan. (re)






