Tulungagung-tajampena. id. Dunia pendidikan Tulungagung sedang diuji komitmennya dalam memajukan dan melindungi anak didik. Senada dengan anggaran pemeliharan di SDN 1 Babadan yang ambruk meski sudah dianggarkan biaya perawatan di tahun 2025, dari data yang dihimpun redaksi nasib yang hampir sama menimpa SDN 7 Kampungdalem, dimana sudah dianggarkan pemeliharaan gedung dan bangunan senilai 139,5 juta th 2025 tapi tidak ada pelaksanaan meski indikasi anggaran tersebut terserap.

Dalam kesempatan terpisah pengurus Barisan Anak Daerah Analis Kebijakan Yasin Karaman mengatakan, akan lebih memalukan lagi kalau SDN 7 Kampungdalem tersebut ambruk, karena berlokasi di pusat kota bahkan bersebelahan dengan Pendopo Kabupaten Tulungagung di bagian timur belakang. Lebih lanjut Yasin juga mengatakan bahwa indikasi korupsi pada anggaran pemeliharaan yang terdapat pada RKA tersebut harus diusut dengan tuntas oleh APH, meskipun tidak ada yang melaporkan demi melindungi anak didik dan nama baik Kabupaten Tulungagung.
“Apabila memang APH tidak mau bergerak dengan alasan tidak ada pelapor, lembaga B. A. D. A. K siap melaporkan, tapi saya menunggu dulu reaksi APH apakah ada kemauan untuk menangani hal seperti ini”,pungkasnya.(red)






